Langsung ke konten utama

Korban Kekerasan Jalanan


***memindahkan catatan yang lalu***
Ceritanya begini..
Saat sy sedang berjalan "ngagidig" dengan bawaan yang "angkaribung" di sebuat tempat...
Dimana trotoar sudah beralih fungsi dan tampak ghaib....nyaris tak terlihat...menjadi tempat mangkatnya PKL dan tempat parkir kendaraan roda 4...

Tiba-tiba dari arah depan "nyuruntul" angkot dengan kencangnya...entah saya nya yang imut jadi tidak terlihat sang supir..atau saya nya berubah menjadi ghaib seperti nasib trotoar...angkot tersebut mepet badan sy yang imut ini....ngeeeek...!!!  saya berada di antara angkot yang nyuruntul dan mobil yang parkir...saya terhimpit saudara saudari...

Sebelumnya,saat si angkot belum menghimpit saya, saya sudah berpikir bakal "kagencet"...karena posisi sy masih di depan pintu  kendaraan yg parkir...sedangkan angkot berkecepatan tinggi. Biasanya, kalau posisi seperti itu, supir kendaraan yg berlawanan arah akan memberi jalan dulu...Ieu mah kalakah "nyuruntul"...

Saat saya menarik kaki...ternyata alas kaki saya "kageleng" ban mobil angkot...langsung saja saya "bernyanyi" kepada sang supir...
"Pak!! Nu bener atuh nyupiran teh!!! Jalan heurin ngebut!!! Maju saeutik!! Ieu sendal kageleng!!"

Ternyata ada backing vocal  yang terdengar menyalahkan pak supir..."Baleg nyupiran teh!!! "

Akhirnya pak supir menjalankan mobilnya dan saya "usek-usekan" berusaha melepaskan diri dari himpitan yang "pikasebeleun" itu...setelah lolos..saya ngagidig lagi...

Setelah naik angkot..saya baru sadar kalau sendal saya dislokasi...

Begitulah ceritanya...
yang pasti...untuuung saya pake sendal..kalau pake sepatu, mungkin jari kaki saya yang "pejet"...Untuuung saya imut...klo engga yang ada saya katubruk...bukan terhimpit...
Yang sangat pasti lagi....Alloh masih melindungi saya...

Beginilah nasib pejalan kaki masa kini...terkadang kita menjadi "ghaib"...jd mungkin kita harus belajar "ngapung"...👻👻👻

*duh sendal teh hiji2 na.. kudu pegat ku nu kieu patut...

#cikiciiiw!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...