Langsung ke konten utama

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚

NICE HOMEWORK #3
Oleh : Sintia Catur Sutantri

a. Sosok yang santai,  ga neko-neko,  sama-sama hobby olah raga.. Yang utama adalah TIDAK MEROKOK... Itu yang membuat saya hayu2 aja saat diajak menikah... Ihiiiy...
Surat Cinta?  Ga pernah pake surat-suratan... Jadi kalau sekarang bikin.. Langsung "apaan tuuuh? " 😜

b.Anak-anak masih usia 5 dan 2 tahun...potensi nya belum begitu terlihat... Yang pasti mereka peniru ulung... Berhubung saya bergelut dengan olah raga bela diri (Silat Perisai Diri) dan suami juga aktif di futsal... jadi anak-anak lebih banyak kami arahkan ke olah raga...sejauh ini kami mengenalkan silat,  berenang,  futsal dan hiking... Berenang sudah berani dilepas di kolam dalam walau masih pakai pelampung... Silat sudah mengenal beberapa jurus,  untuk hiking anak pertama kami sudah sukses menempuh track Jayagiri - Tangkuban Parahu...

Menurut kami.. mengarahkan anak-anak terhadap kegemarannya berolahraga adalah sesuatu yang sangat positif..
Kedepannya minat dan bakat apapun akan kami dukung selama itu positif...


c. potensi diri saya apa ya?
Kalau yang saya rasakan... Sy kelebihan energi, enerjik, suka tantangan baru,  mandiri, dan easy going...santai sajaaah...yakin bahwa segalanya sudah ada yang mengatur....
mungkin inilah yang menyebabkan Alloh menjadikan saya anggota tim dalam keluarga kecil kami...
Kami tinggal hanya ber-4.. Tanpa asisten...kerja sama harus dijalin demi selesainya urusan di dalam rumah... Saya dan suami bekerja sama mengerjakan pekerjaan rumah tangga.. Walau tentunya porsi saya lebih besar... Saya juga mengajarkan anak2 untuk membantu dan berperan dan aktifitas rumah tangga... Mereka berdua perempuan.. Kelak akan ada di posisi saya...
Dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga diperlukan energi yang luar biasa.. Apalagi saya juga berkerja,  kuliah dan bisnis... Saya yakin... Semua sudah Alloh atur... Semua telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz..
Jalani... Nikmati... Syukuri... Maka segalanya akan terasa ringan...

d. Tantangan yang ada dalam lingkungan tempat kami beraktifitas sangat variatif... Mulai dari pergaulan di lingkungan yang terkadang kurang sehat... Sederhana nya saja bahasa anak-anak yang dipakai biasanya kurang berkenan didengar... Tapi.. Karena aktifitas siang kami juga tidak dilingkungan tempat tinggal... Semua tantangan tidak begitu berat... Anak-anak saya main di daycare... Anak pertama saya pun sekolah TK disana... Alhamdulillah lingkungan disana sangan baik.. Dalam hal agama,  sosialisasi,  pertemanan... insya Alloh semua terjaga... Saya pun aktif di daycare tersebut dan kebetulan terpilih menjadi Ketua Komite Sekolah.... Jadi saya bisa memberi masukan kepada pihak sekolah mengenai berbagai kegiatan untuk anak-anak disana...
Bahkan saya juga dipercaya melatih silat Perisai Diri disana... Jadi aktifitas saya di silat bermanfaat di berbagai tempat.. Termasuk lingkungan anak-anak saya bermain setiap hari..

Peran spesifik keluarga di muka bumi ini sangat mulia...keluarga adalah tempat pertama seorang manusia belajar...segala kebaikan di muka bumi ini akan terbentuk dari ribuan keluarga kecil...
Jika peradaban keluarga sudah sangat baik...maka peradaban di dunia pun akan ikut baik...

Semoga keluarga kami menjadi bagian dari membentuk peradaban dunia yang baik...
Aamiin...

*kali ini ngebut ngetiknya...
Disambil ngasuh bocah....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...