Langsung ke konten utama

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Nice HomeWork #8

Oleh: Sintia Catur Sutantri

Berdasarkan Kuadran SUKA dan BISA Di NHW#7


1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Sebagai seorang manusia yang ingin bermanfaat bagi orang lain... Menjadi istri dan bunda yang baik itu sudah pasti yang utama.... Tapi bagi masyarakat luas... Saya ingin menjadi pelestari budaya khususnya Pencak Silat...

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Dengan "be" saya tersebut diatas,  saya ingin mengenalkan Silat Perisai Diri kepada anak usia Dini.. Karena mereka adalah pemangku tongkat estafet di masa yang akan datang. Selain itu... Berlatih silat adalah hal yang positif sehingga anak-anak bisa beraktifitas dengan manfaat yang berlipat... Ya budaya... Ya olah raga... Ya silaturahmi.. Ya prestasi...

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Saya merasakan.. Saya yang sekarang ini adalah hasil dari keaktifan saya di Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri...
Mendapatkan Suami jalannya dr Perisai Diri,  melanjutkan S2 jalannya dari Perisai Diri,  mendapat link orang-orang hebat dari Perisai Diri....

Saya merasa telah memiliki keluarga kedua yang lebih besar... Keluarga yang memiliki aura positif...Keluarga yang melestarikan budaya Indonesia...

Yang ingin saya miliki hanyalah kebahagiaan...
Dan kebahagiaan saya akan menjadi lengkap jika keluarga kedua ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak saya kelak agar bisa bermanfaat untuk orang lain...

Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose) ?
Dalam hidup.. Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang lain... Karena sebaik2 nya manusia adalah yang memberi manfaat....

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)?

- Dalam jangka 5-10 tahun kedepan... Saya ingin melihat anak-anak saya ikut aktif dalam melestarikan Silat Perisai Diri... Berprestasi melalui Silat Perisai Diri...
Maka dari itu... Sejak mereka kecil saya bawa setiap ada kegiatan di Perisai Diri... Agar semangat mereka tumbuh sejak Dini...
- Saya ingin menjadi mompreneur dan memperluas jaringan bisnis saya di bidang "Perabotan Seng"...hasil bisnis saya akan dijadikan investasi untuk biaya pendidikan anak-anak saya...

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolusion) ?

Dalam 1 tahun kedepan...
- Melihat potensi anak dan ketertarikannya pada Silat Perisai Diri,  terutama anak sulung saya... jika terlihat lebih antusias dari sebelumnya... Saya akan menambah porsi latihan dan memotivasi agar bisa berprestasi di silat.
- Saya ingin bertanding lagi dalam Perisai Diri International Championship...agar menjadi motivasi bagi anak-anak saya kelak... Dan jika Alloh mengijinkan saya memperoleh medali,  saya ingin melanjutkan S3 melalui beasiswa melalui medali tersebut (jalur prestasi)
- Saya ingin menyelesaikan tesis saya tentang perkembangan Silat Perisai Diri di Jerman... Semoga di acc
- Menjadi dosen dan membuka latihan Perisai Diri di tempat saya mengajar sehingga terlahir kembali kader-kader pelestari budaya bangsa...
- Lebih rapi lagi dalam mengelola bisnis "Perabotan Seng" dan menimbun barang sebanyak-banyaknya karena perabotan seng mulai langka...


Alhamdulillah...

Itulah semangat saya...
Semoga Alloh Ridho..
Aamiin...

#cikiciiiiw!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...