Langsung ke konten utama

JAJANAN MURAH, AWET DAN BERMANFAAT


Si sulung belakangan ini senang membaca nyaring. Berawal dari dibacakannya cerita sebelum tidur (dikala emak lagi on dan belum ngantuk beraaaats 😁).

Kalau biasanya setelah anak dibacakan cerita dia terlelap, kali ini berbeda. Si sulung saya minta gantian membacakan cerita, saya dan si bungsu mendengarkan. Setelah si sulung selesai membacakan cerita, gantian si bungsu yang bercerita (sambil pegang buku ceritanya juga walau tulisannya apaa..ceritanya kemana 😁. Ga masalah, yang penting konten nya sama dengan yang sebelumnya diceritakan).

Nah, saat kegemaran membaca mulai meningkat,  PTS pun tiba. Alhasil si sulung harus membaca buku pelajaran. Efeknya jadi rada mogok. Kalau diminta baca bilangnya nanti, sebentar, bahkan sampai minta besok subuh aja bacanya. Baiklah, ga terlalu dipaksa juga karena semakin dipaksa semakin mogok dan emak juga bisa-bisa semakin ngegas 😤😊. Lagi pula PTS lebih kepada mengulang pelajaran di hari-hari sebelumnya, Insya Alloh masih banyak yang nyangkut materinya.

Sampai akhirnya, sepulang sekolah di PTS hari pertama, saya menawarkan dia 2 pilihan yaitu membaca materi PTS besok atau mengunjungi pameran buku. Langsung dia jawab tegas, "ke pameran buku aja!". Baiklah, setelah mengajukan prasyarat untuk membaca materi PTS besok di malam hari, cuuuss lah kita berangkat ke Landmark Braga naik ojek online sambil hujan-hujanan.

Sesampainya disana si sulung kalap melihat banyak buku cerita bertaburan, semua ingin dibeli. Akhirnya dibolehkan beli buku dengan budget yang titetapkan terlebih dahulu karena emak juga sedang butuh membeli buku. Emak memberikan jatah sebesar 25 ribu rupiah kepada si sulung karena uang cash yang dibawa kurang dari 100 ribu rupiah. Jadi ceritanya kita berbagi.

Akhirnya yang pertama dia lihat adalah harganya. Dicari lah buku dengan harga 5 ribu rupiah. Lumayan kan dapat 5 buku. Jajan murah meriah, awet dan bermanfaat. Coba kalau 25 ribu dipakai jajan di warung apalagi supermarket, habis dalam sekejap.

Pamerannya buku tersebut berlangsung sampai tanggal 7 Maret 2018. Masih ada waktu nih buat nambah koleksi buku bacaan. Mudah-mudahan masih bisa mampir kesana lagi. Karena disana bisa jajan murah tapi ga murahan 😉😉.

#cikiciiiwww!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...