Langsung ke konten utama

Menjadi Pemimpin untuk Diri Sendiri



Seringkali...
Saat waktunya beribadah, begitu berat, begitu malas.
Hingga akhirnya terlewatlah waktu yang sudah ditentukan.

Seringkali...
Saat bangun tidur, begitu berat, begitu malas. Hingga akhirnya kita terlambat dan merugikan orang lain.

Seringkali...
Saat ditagih tanggung jawab, kita merasa santai, merasa tak ada beban. Hingga akhirnya ada pihak yang tidak terpenuhi hak nya.

Seringkali...
Saat diberi tugas, begitu berat, begitu malas. Hingga akhirnya tertunda dan beban semakin bertambah karena tugas lain pun datang.

Seringkali...
Saat ada kesempatan untuk bersedekah, begitu berat, begitu penuh perhitungan.
Hingga akhirnya berlalulah kesempatan itu.

Seringkali...
Kita menyesal tidak melalukan apa yang seharusnya dilakukan pada waktu yang tepat.

Seringkali...
Kita harus diingatkan untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan pada waktu yang tepat.

Padahal...
Orang lain pun mungkin mempunyai masalah yang sama dengan kita.

Maka...
Akan ada masa dimana setiap individu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri.

#tantanganramadhanPL05

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

Terjebak Nostalgia Jatinangor Babak 1 (Cerita Kampus)

sumber foto: bce.unpad.ac.id Hari Sabtu 2 minggu yang lalu menghadiri kegiatan Pendas PDUP sebagai pemateri. Menikmati suasana sekitar sekre PDUP membuat ingatan di masa lampau menari-nari di kepala. Terlalu banyak cerita tentang Jatinangor. Namun yang pasti ada 3 kenangan yang menjadi bagian hidup di Jatinangor  yaitu kampus, Perisai Diri dan Kompleks UKM. Semuanya terpatri di hati karena semuanya adalah bagian perjuangan untuk bisa menjadi “saya” yang sekarang. Bertemu dengan Jatinangor pada tahun 2002, beberapa waktu setelah pengumuman kelulusan SNMPTN diumumkan serentak. Kala itu saya mendapat informasi dari tetangga yang memiliki akses internet. Maklum tahun 2002 saya belum mengenal internet, handphone pun belum punya. Pak tetangga mengetuk pintu jam 10 malam hanya untuk menginfokan nama saya ada dalam pengumuman kelulusan. FYI, dulu pilihan saya adalah Antropologi UNPAD dan Bahasa Indonesia UPI. Tetapi saya ingin masuk UNPAD  bukan karena jurusannya, melain...