Langsung ke konten utama

Andaikan Semua Orang Menjadi Alarm untuk Dirinya Sendiri


Adakah yang...
Pernah merasa menjadi orang yang paling berisik di dunia?
Pernah merasa menjadi orang yang paling cerewet di dunia?
Pernah merasa bagaikan menjadi alarm untuk orang lain?ㅤㅤ

Mungkin jawabannya ada, karena...ㅤ

Orang di sekeliling kita tidak semuanya memiliki inisiatif, kesadaran dan  tanggung jawab seperti yang kita harapkan. ㅤㅤ

Jangankan untuk melakukan pekerjaan yang berat, hanya untuk membuka mata di pagi hari saja terkadang menjadi begitu sangat sulit. Alarm dari jam atau HP tidak mempan untuk membuka mata. Perlu ada alarm dari manusia dengan berbagai tone dari mulai rendah sampai tinggi. ㅤㅤㅤ

Menjadi alarm untuk orang lain itu tidak mudah. Seringkali di cap berisik, cerewet, egois, tidak pengertian dan lain sebagianya. Padahal sungguh menjadi alarm untuk orang lain itu tidak mudah karena kita harus melakukan sebuah kegiatan sebelum meminta orang lain melakukannya. Bagaimana jadinya kalau kita meminta orang lain melakukan sebuah kegiatan kalau kita tidak memulainya terlebih dahulu. Mungkin sederhananya kita akan disebut "omdo" alias ngomong doang.ㅤㅤㅤ

Menjadi alarm untuk orang lain itu tidak mudah. Karena sesungguhnya saat kita mengingatkan orang lain, kita sudah tahu apa yang akan terjadi kalau suatu kegiatan yang terlambat dilakukan akan berjalan dengan kacau. Tidak masalah kalau kacaunya hanya untuk orang tersebut. Tapi kalau imbasnya malah kepada kita?ㅤㅤ

Saya pikir, alarm untuk diri sendiri itu harus ada. Alarm dapat berupa kepekaan terhadap orang lain, kepekaan terhadap lingkungan dan yang terpenting kepekaan terhadap waktu. Jika kita hidup seorang diri, silahkan saja atur alarm sendiri dimana alarm tersebut hanya berlaku untuk aktifitas diri sendiri. Tapi jika kita hidup bersosialisasi dengan orang lain, sudah sepantasnya alarm tersebut dibagi-bagi.


Seandainya semua orang menjadi alarm untuk dirinya sendiri, tidak akan ada orang yang akan merasa lebih banyak terbebani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...