Langsung ke konten utama

Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil


Dinas hari ini diantar pak supir bus dan angkot...
Selaluuu ada cerita di setiap perjalanan...

Kali ini berkaitan dengan pintu rezeki manusia...

----
Di dekat Pusdai...naiklah 2 orang anak perempuan yang kehadirannya terlihat tidak disukai sang supir angkot...
Tak lama kemudian...mereka membagikan amplop putih yang bertuliskan kalimat di gambar...bukan kali ini saja saya bertemu dengan anak2 seperti mereka, membagikan amplop kosong dengan tujuan diberi...biasanya sih mereka sambil mengamen atau sambil ceramah...
Tapi kali ini berbeda...kedua anak perempuan itu terlihat tidak ada usaha lain selain membagikan amplop tadi...tidak pakai basa basi juga...malah mereka asik mengobrol di "lawang panto" sambil nyuruput es kelapa muda...(ngabibita dikala cuaca puanaaass)...

Sy melirik kepada penumpang lain...sepertinya mereka pun "ilfil" melihat kedua anak perempuan tadi...sama seperti sy...hanya memandangi tulisan di amplop sambil senyam senyum atau geleng2...setelah itu mereka mengembalikan amplop itu...kalau saya sih mengembalikan amplop kosong dengan kondisi sama seperti saat diberikan...diterima kosong...kembali kosong...entah penumpang lain...

Saat semua amplop sudah di tangan salah satu anak perempuan tadi...mereka langsung membuka amplopnya...terdengarlah percakapan yang intinya menyatakan amplopnya kosong semua...

Ya...
Mungkin itulah yang disebut "usaha tidak akan mengkhianati hasil"...
Saat usaha kita kurang...mungkin akan otomatis hasil pun kurang...atau malah tidak ada...

Bagi mereka...cara seperti itu mungkin dianggap sebagai salah satu pintu rezeki...

Bagi saya...pintu rezeki itu banyak..tersebar dimana2...
Sy pernah merasa kecewa karena jumlah rezeki secara materi tidak sesuai dengan harapan...tp itu hanya egoisnya saya saja...terlalu banyak menuntut...padahal mungkin rekan kerja sy yang lain tugasnya lebih banyak...
Sampai pada akhirnya...sy berusaha mengubah mind set sy mengenai rezeki dalam bentuk materi...kalau kita hanya melihat nominal..tidak akan ada puasnya...tapi coba lihat kehidupan kita sehari2...masih bs beraktifitas? Masih bisa makan? Masih bisa memperoleh hiburan? Kebutuhan primer terpenuhi? masih bisa berbagi? Kalau semua terpenuhi...ya berarti rezeki kita cukup...Alloh sudah memberikan rezeki itu sesuai porsinya...

Kalau masih merasa kurang...mungkin gaya hidup saya yang berlebihan...

Punya cita-cita? Ya pasti punya...beberapa diantaranya ya memang memerlukan materi...tp kembali lagi...apakah rezeki selalu harus dalam bentuk materi? Saya rasa tidak...

Memiliki hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita merupakan salah satu kunci membuka pintu rezeki...

Rezeki itu tidak selalu harus besar...memperoleh tawaran ikut kendaraan orang lain, itu rezeki...di angkot tiba2 ada yang memberi kedua anak sy makanan itu rezeki...bertemu orang yang butuh pertolongan dan setelah kita menolong dia mendo'akan yang baik untuk kita, itu rezeki...bisa kuliah lagi dengan gratisan, itu rezeki...diberi tubuh yang sehat, itu rezeki yang luar biasa...Dan masih baaanyak lagi bentuk rezeki yg seringkali kita abaikan...

Jika sekarang saya memperoleh rezeki besar yang tidak terpikirkan sebelumnya...berarti Alloh sudah menyiapkan rezeki itu untuk sekarang...anggap saja pendapatan kita dulu yang dirasa kurang merupakan proses kita menabung untuk masa sekarang...masa dimana materi itu dibutuhkan...

Yang lebih utama dari pembuka pintu rezeki adalah kita harus bisa bermanfaat untuk orang lain...sekecil apapun itu...percuma juga memiliki banyak materi tapi tidak bermanfaat untuk sesama...

Panjang juga ternyata tulisan ini...heuheu...
Intinya...dari sekilas pandang selama di perjalanan mengangkot ria...banyak hal kecil yang begitu bermakna dalam...saling terkait dengan kehidupan kita...

Tinggal dari sudut pandang mana kita melihatnya..
*usaha tidak akan mengkhianati hasil

#harusemakinbekerjakerasdanbekerjacerdas
#cikiciiiiw!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...