Langsung ke konten utama

ADAB MENUNTUT ILMU

Oleh : Sintia Catur Sutantri

NICE HOMEWORK 1
Kelas Matrikulasi IIP Batch#3

Grup WA bertambah 1 lagi...
grup tersebut bernama : "MIP Batch#3 Bandung 1"...πŸ’ŒπŸ‘₯

Semenjak grup tersebut menclok di HP saya... Otomatis bahan bacaan di HP pun bertambah... Walau 3 hari kemarin masih menjadi silent reader... Tapi saya menyimak dengan baik kok.. Hanya jempol saya saja yang belum sempat menari-nari dalam grup tersebut...πŸ˜€πŸ˜€

Demi bertambahnya ilmu dalam kehidupan... Saya terima bacaan-bacaan tersebut dengan senang hati... Semoga menjadi penerang dalam menjalani track kehidupan... Aamiin... πŸ˜‡πŸ˜‡

Hingga sampailah pada masa penyampaian Nice Home Work yang pertama atau disingkat NHW1...πŸ“πŸ“

Bagi saya NHW 1 itu adalah pijakan awal untuk "melangkah" bahkan "berlari" dalam track kehidupan...terutama kehidupan berumah tangga setelah bergabung dengan IIP... (Karena track kehidupan itu sudah disediakan sejak kita dilahirkan)...πŸšΆπŸƒ

Posisi saya sekarang sebagai ibu 2 anak ( 2 tahun dan 5 tahun),  saya bekerja sebagai operator sekolah, saya rutin berbagi ilmu silat (Perisai Diri) kepada anak-anak, saya berjualan secara online, saya sedang melanjutkan kuliah, dan saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga tanpa bantuan ART...πŸ‘­πŸ’»πŸ‘ŠπŸ“±πŸŽ“πŸ‘©

Jadi...untuk bisa mengcover semuanya...butuh pijakan awal yang baik...semoga NHW 1 ini dapat menjadi penerang untuk berjalan dan berlari di hari2 berikutnya... (Kalimat berulang yang menjadi point utama)

Berikut ini saya mencoba mengalirkan rasa dalam mengerjakan NHW1 yang berkaitan dengan materi "ADAB MENUNTUT ILMU" di sela-sela kepadatan yang tak berujung... heuheu...

πŸ“šNICE HOMEWORK #1πŸ“š

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini?

πŸ“Œ Berkaitan dengan posisi saya sekarang (seperti yang sudah disampaikan dalam pengantar diatas), jurusan ilmu yang akan saya tekuni adalah MANAJEMEN EMOSI
πŸ˜€πŸ˜”πŸ˜…πŸ˜©πŸ˜«πŸ˜­πŸ˜ŠπŸ˜¬

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

πŸ“Œ Alasan terkuatnya adalah dengan mempelajari MANAJEMEN EMOSI saya ingin bisa mengatur emosi saya di depan anak-anak, suami,  rekan kerja,  rekan kuliah dan lingkungan sekitar yang bersinggungan langsung dengan saya....
Pekerjaan saya yang bertumpuk-tumpuk tentu saja memberikan efek lelah secara fisik... Jika fisik lelah,  biasanya merambat ke arah emosi... Mudah marah,  mudah sedih,  mudah baper, dan penyakit lainnya yang disebabkan emosi yang labil.
Jika emosi labil,  pekerjaan pun tidak akan dikerjakan dengan maksimal, orang-orang di sekitar kena "semprot", kena jutek, dan senyum hilang... Selain itu jadi banyak mengeluh dan capek nya lebih terasa... πŸ˜±πŸ˜”πŸ˜΄

Semoga emosi yang labil itu segera berlalu...Jauh jauh... Paiiiit...Paiiit...Paiiit...🐝🐝
   
Oiya...hal terpenting lain mengenai pemilihan ilmu ini adalah agar setiap aktivitas saya yang campur-campur bisa berjalan selaras, serasi dan seimbang...
Bagi saya, menjadi seorang ibu bukan halangan untuk tetap bisa bermanfaat bagi orang banyak... Konsekuensi pasti ada...tapi selama kita tetap "waras" dan emosi stabil...InsyaAlloh semuanya dapat berjalan dengan baik...semua karena Alloh...semua telah tercatat dalam Lauhul Mahfudz...                                                                             
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

πŸ“Œ Strategi yang saya rancang adalah :
⚠ Akan berdiskusi dengan rekan lain dengan posisi serupa atau paling tidak mendekati posisi saya.
⚠ Akan mengumpulkan teori dan lebih banyak mengaplikasikannya.
⚠ Akan memperluas pertemanan dengan banyak kalangan supaya saya bisa mengambil nilai-nilai positif dalam hal manajemen emosi sesuai dengan posisi yang diembannya.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

πŸ“Œ Perubahan sikap dalam proses mencari ilmu :
πŸ“Ž Akan lebih mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu.  Karena kadang saya lupa... Kalau guru yang paling hebat dan paling mengerti akan segala ilmu adalah sang Pemilik Kehidupan... Yaitu Alloh...
πŸ“Ž Akan menjadikan setiap orang dan setiap kejadian adalah guru.  Karena dalam kehidupan setiap kejadian merupakan sebuah pelajaran,  sesuatu yang bersifat baik, kurang baik maupun tidak baik sekalipun.

Demikianlah aliran rasa yang saya jadikan jawaban dalam tugas NHW1 kali ini...
Semoga benar-benar menjadi pijakan awal yang tepat untuk melangkah dan berlari dalam track kehidupan berumah tangga dengan posisi yang bervariasi...

Semangaaaat!!πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ
#Cikiciiiiw!! πŸšΆπŸšΆπŸƒπŸƒ

*Mengerjakan NHW1 bersama bocil yang mengerjakan NHW juga...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...