Langsung ke konten utama

HANYA DI TEMPATKU


Mengenalnya sejak tahun 1997, membuat aku menemukan hal-hal yang tidak ditemukan di tempat lain. Hingga akhirnya, tempat ini menjadi tempatku.

Hanya di tempatku...

Seseorang menjadi musuh hanya saat sedang di gelanggang hijau. Jika sudah keluar gelanggang, kami bisa berpelukan dan bersenda gurau. Pertandingan tak selamanya sebagai tempat kompetisi, namun bisa juga sebagai arena hiburan dan silaturahmi.

Dari mulai balita hingga lansia bisa berbaur dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Walau termasuk dunia yang "keras" namun sesungguhnya kami memiliki rasa kasih sayang yang cukup luas. Kemanapun kamu melangkah, maka akan ada keluarga yang menyambutmu disana. 

Segala profesi ada dan saling melengkapi. Jika sudah menggunakan seragam putih, maka atribut profesi di luar sana akan melebur menjadi satu sebagai sebuah keluarga yang memiliki rasa asah, asih dan asuh. Jika seragam putih sudah dilepas, maka saat kembali menjalankan profesi, jiwa kekeluargaan kami akan tetap melekat dengan sifat cepat, tepat, tangkas dan berbudi luhur.

Prestasi bukan hanya sekadar naik podium. Namun saat kita bisa menaklukan diri sendiri dalam menjalani latihan, mampu menerima kekalahan dengan lapang dada, melatih anak-anak hingga mereka bisa menyerap dan mempraktikan ilmunya dengan penuh tanggung jawab, dan menjaga nama baik tempat kita bernaung. Itulah prestasi.

Aku bisa menjadi diriku yang sekarang dengan proses yang panjang. Tidak semuanya suka, ada juga dukanya. Tidak semuanya selalu sependapat, tapi perbedaan adalah arena untuk saling belajar dan pengertian. Tidak semuanya hanya urusan fisik dan otot, namun mental dan intelektual juga terlatih disana. 

Hanya di tempatku, aku bisa mendapatkan banyak hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Mengubah sedikit sedaksional sebuah pepatah, maka analogi yang tepat selama ditempat ini adalah "Diterjang tak tumbang, dipuji tak terbang"

Disinilah tempatku...PERISAI DIRI.

#30haribercerita#30hbc2114#30hbc21tempat@30haribercerita@perisai_diri_pusat_official

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

Terjebak Nostalgia Jatinangor Babak 1 (Cerita Kampus)

sumber foto: bce.unpad.ac.id Hari Sabtu 2 minggu yang lalu menghadiri kegiatan Pendas PDUP sebagai pemateri. Menikmati suasana sekitar sekre PDUP membuat ingatan di masa lampau menari-nari di kepala. Terlalu banyak cerita tentang Jatinangor. Namun yang pasti ada 3 kenangan yang menjadi bagian hidup di Jatinangor  yaitu kampus, Perisai Diri dan Kompleks UKM. Semuanya terpatri di hati karena semuanya adalah bagian perjuangan untuk bisa menjadi “saya” yang sekarang. Bertemu dengan Jatinangor pada tahun 2002, beberapa waktu setelah pengumuman kelulusan SNMPTN diumumkan serentak. Kala itu saya mendapat informasi dari tetangga yang memiliki akses internet. Maklum tahun 2002 saya belum mengenal internet, handphone pun belum punya. Pak tetangga mengetuk pintu jam 10 malam hanya untuk menginfokan nama saya ada dalam pengumuman kelulusan. FYI, dulu pilihan saya adalah Antropologi UNPAD dan Bahasa Indonesia UPI. Tetapi saya ingin masuk UNPAD  bukan karena jurusannya, melain...