Langsung ke konten utama

SEPI

 


SEPI

Hari ini dimulai dengan pagi yang hujan. Jalanan sepi, tidak seperti biasanya. Kendaraan bisa melaju lebih kencang.

Sesampainya di tempat kerja, tidak ditemui satupun petugas di front office. Sepi, mungkin efek dari hujan mereka datang terlambat.

Sepulang kerja, anak-anak mengajak mampir ke sebuah tempat makan yang ada patung sumo di pintu masuknya. Didalamnya hanya ada beberapa orang pelanggan. Sepi, bahkan suara musik pun tak ada.

Melangkah ke parkiran sambil memperhatikan satu per satu toko yang berjajar. Pandangan tertuju kepada arena bermain anak-anak yang biasanya ramai oleh keceriaan dan teriakan terlihat sepi. Hanya ada mainan berwarna warni yang duduk manis. Begitupun tempat makan yang biasanya ramai, sama sekali tidak ada pegunjung. Bangku-bangku menanti dengan sabar, menunggu orang-orang menyantap makanan dengan senda guraunya.

Kondisi jalanan sepi menjadi salah satu yang dirindukan. Karena dulu, aku lebih suka berjalan menyusuri jalanan sepi di bawah pohon-pohon rindang saat pergi ke sekolah. Hal itu sulit sekali ditemui saat ini.

Namun, mendatangi tempat umum yang identik dengan keramaian tiba-tiba sepi adalah hal yang terasa aneh. Sungguh aneh.

Begitu sepi hari ini.Alam bisa mengubah keadaan berubah dengan cepat.Pandemi bisa menghentikan segala aktifitas dengan cepat.

Setidaknya, hari ini anak-anak sudah dituruti kemauannya untuk datang ke tempat favoritnya dalam kondisi yang sepi. Hal yang tidak kalah penting adalah ada tema cerita untuk ditulis si bungsu sebagai tugas sekolah esok hari.

Jangan lupa, Jawa-Bali akan PSBB lagi tanggal 11 - 25 Januari 2021.

Walaupun akan sepi, pastikan anda tidak kesepian..😊😊

#30haribercerita #30hbc2107 @30haribercerita


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...