Langsung ke konten utama

HIBURAN MASA KECIL

 

Ibu saya seorang penjahit. Selain menerima orderan dari luar, ibu juga sering membuatkan baju untuk saya dan kakak. Walau ibu sudah tiada, mesin jahit itu masih terawat dengan baik di rumah kakak. Mesin jahitnya masih manual, digenjot pakai kaki. Lumayan lah kalau sedang menjahit bisa sambil olah raga.

Ada hal yang saya sukai saat ibu sedang menerima pesanan menjahit baju. Ibu selalu meminta tolong kepada saya untuk memasukkan benang ke dalam jarum. Itu sebabnya beberapa kali saya juara lomba memasukkan benang ke dalam jarum pada acara Agustusan. Pelatihnya keren sih, ibu gitu loh!

Kalau ibu sudah selesai menjahit, saya pasti langsung memanfaatkan kolong mesin jahit untuk bermain. Senang saja bermain di kolong walau terlihat sempit. Tapi cukup-cukup saja sih buat saya karena badannya mungil (sampai sekarang jg masih mungil kok😊).

Permainan yang paling saya sukai saat berada di kolong mesin jahit adalah bermain mobil-mobilan. "Ngeeeeng...ngeeeeng....", sambil memutar-mutar roda mesin jahit. Saat roda berputar, pijakan yang biasa dipakai menggenjot mesin jahit otomatis bergerak dan saya duduk di atasnya. Makin saja seperti naik mobil betulan.

Saya seringkali lupa melepaskan benang dari jarum di mesin jahit sehingga benang nya menjadi kusut bahkan terlepas dari dudukannya. Tak jarang saat selesai bermain, tangan saya penuh oli. Ibu memberi oli pada mesin jahit jika genjotannya terasa berat. 

Saya ingat sekali saat kelas 5 SD ada tugas keterampilan dari sekolah untuk membuat kreasi dari kain perca. Saya membuat kantong kecil untuk uang receh. Ibu mengajarkan saya membuatnya dan saat itu adalah pertama kalinya saya mencoba memakai mesin jahit dengan benar. 

Duh, menulis ini, jadi kangen ibu.

#30haribercerita #30hbcmasakecil #30hbc2110 @30haribercerita


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...