Langsung ke konten utama

Jakarta Bikin Emak Semakin Setrong


Setelah beberapa minggu kebelakang saya ke Jakarta untuk tujuan berlibur, kali ini tujuannya "nugas". Biasanya kalau plesiran begini bawa krucils, tapi kali ini seorang diri. Rasanya ada yang kurang, kurang rempong😁.

Tapi ada untungnya sih cuma sendiri, karena eh karena hari ini menjadi pegalaman yang riweuh.  Berkolaborasi dengan driver "ojol" menembus panas dan macetnya ibu kota.

Kebetulan 2 driver "ojol" yang saya naiki kurang hapal jalan di Jakarta😅. Jadi ya mereka fokus ke map aja. Saya juga pasrah lah mau lewat mana, yang penting nyampe tepat waktu. ㅤㅤ
ㅤㅤ
Jadi menumpang "ojol" di Jakarta ternyata butuh skill juga (menurut saya lho yaa), soale driver nya juga ber skill tinggi. Nyalip kanan kiri bahkan nyalip bus pun rasanya udah handal. Selain nyalip mereka pun ngajakin nyelip diantara dua kendaraan. Terus ngebutnya itu lho..kayak "The Doctor". Lah kita penumpang yang biasa nge "ojol" di Bandung selow-selow aja, agak serem juga. ㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
Lihat map sih waktu tempuh dari St. Gambir ke Senayan 17 menit, tapi kok yaaa..yuhuu banget...sampe driver "ojol" nya aja misuh-misuh, "Di map 5 menit lagi tapi kok ya ga nyampe-nyampe mba?". Waaah meneketeheee mas...😂.  Alhasil perjalanan sesunguhnya lebih dari 30 menit.ㅤㅤ
ㅤㅤ
Panas, angin, debu udah pada nemplok lah di muka. Belom lagi naik "ojol" berasa lagi latihan otot, secara pegangan musti kenceng (bukan pegangan ke driver, tapi pegangan ke besi belakang). Abis itu kaki juga bolak balik harus menyesuaikan ritme belok dan posisi "ojol", salah dikit nyenggol kendaraan lain.

Paling edyaaaan sih waktu naik "ojol" menuju St. Gambir, ngebutnyaaaa...sampe ada mobil yang dikawal polisi aja dilewaaat padahal lampu udah merah. Untung aja ga dikejar,  klo dikejar dan ketangkep, bisa panjang urusannya dan bisa-bisa tiket kereta api hangus. Secara kereta berangkat 15.30, jam 15.05 masih 1 perempatan yang harus dilewati plus paket macetnya.ㅤ
ㅤㅤ
Terima kasih Jakarta...dengan bangunan-bangunan megah dan kemacetan yang aduhay...hari ini ngajak olah raga di siang hari dan bikin emak semakin setrong.ㅤㅤ
ㅤㅤ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

Terjebak Nostalgia Jatinangor Babak 1 (Cerita Kampus)

sumber foto: bce.unpad.ac.id Hari Sabtu 2 minggu yang lalu menghadiri kegiatan Pendas PDUP sebagai pemateri. Menikmati suasana sekitar sekre PDUP membuat ingatan di masa lampau menari-nari di kepala. Terlalu banyak cerita tentang Jatinangor. Namun yang pasti ada 3 kenangan yang menjadi bagian hidup di Jatinangor  yaitu kampus, Perisai Diri dan Kompleks UKM. Semuanya terpatri di hati karena semuanya adalah bagian perjuangan untuk bisa menjadi “saya” yang sekarang. Bertemu dengan Jatinangor pada tahun 2002, beberapa waktu setelah pengumuman kelulusan SNMPTN diumumkan serentak. Kala itu saya mendapat informasi dari tetangga yang memiliki akses internet. Maklum tahun 2002 saya belum mengenal internet, handphone pun belum punya. Pak tetangga mengetuk pintu jam 10 malam hanya untuk menginfokan nama saya ada dalam pengumuman kelulusan. FYI, dulu pilihan saya adalah Antropologi UNPAD dan Bahasa Indonesia UPI. Tetapi saya ingin masuk UNPAD  bukan karena jurusannya, melain...