Langsung ke konten utama

Keluarga Cemara



Pertama kali menonton serial Keluarga Cemara saat masih SD. Dulu yang saya tahu ceritanya seru, tapi belum bisa mengambil hikmah dari serialnya secara serius.

Hari ini saya menonton Keluarga Cemara versi movie bersama keluarga. Awalnya ingin membuat review film, tapi sepertinya sudah banyak. Jadi dibuatlah kesimpulan dan beberapa pesan moral dari film Keluarga Cemara yang hari ini saya tonton bersama keluarga. Diantaranya:

1. Harus siap gagal disaat sukses.
2. Harus siap miskin disaat kaya.
3. Janganlah terlalu percaya kepada orang lain sekalipun orang terdekat.
4. Janganlah terburu-buru dalam mengambil keputusan.
5. Meminta maaflah disaat berbuat salah.
6. Ajarkan anak-anak untuk bisa memahami kondisi keluarga, sekalipun itu sulit.
7. Selektiflah saat memenuhi keinginan anak.
8. Berbuat baiklah terhadap sesama tanpa pamrih, karena balasannya bisa dirasakan juga oleh anak cucu kita kelak.
9. Semangat setia kawan dan saling menolong.
10. Carilah teman sebanyak-banyaknya.
11. Jalanilah setiap pekerjaan yang halal dengan ikhlas sekalipun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan kita.
12. Selalu yakin bahwa rezeki itu Alloh yang mengatur.
13. Jadilah orang tua yang bertanggung jawab.
14. Sesibuk apapun selalu ingatlah keluarga.
15. Jika sudah berjanji kepada anak, tepatilah.
16. Ingatkan anak agar tidak membawa gadget ke dalam kelas.
17. Bantulah anak dalam mengatasi masalahnya.
18. Jadilah orang tua yang bisa menerima keluh kesah anak.

Mungkin itu saja beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari film Keluarga Cemara. Mohon maaf jika tidak runut. Oiya satu hal lagi, siapkan tissue sebelum nonton. Kalau saya sih tiba-tiba berderai air mata teringat almarhum bapak yang pernah menjadi kuli bangunan dan ibu yang membuat keripik dan kacang goreng untuk dijual ke sekolah oleh kakak. Mirip dengan beberapa cuplikan dalam film Keluarga Cemara.

Kalau ada tambahan..monggo....

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1905






Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

Terjebak Nostalgia Jatinangor Babak 1 (Cerita Kampus)

sumber foto: bce.unpad.ac.id Hari Sabtu 2 minggu yang lalu menghadiri kegiatan Pendas PDUP sebagai pemateri. Menikmati suasana sekitar sekre PDUP membuat ingatan di masa lampau menari-nari di kepala. Terlalu banyak cerita tentang Jatinangor. Namun yang pasti ada 3 kenangan yang menjadi bagian hidup di Jatinangor  yaitu kampus, Perisai Diri dan Kompleks UKM. Semuanya terpatri di hati karena semuanya adalah bagian perjuangan untuk bisa menjadi “saya” yang sekarang. Bertemu dengan Jatinangor pada tahun 2002, beberapa waktu setelah pengumuman kelulusan SNMPTN diumumkan serentak. Kala itu saya mendapat informasi dari tetangga yang memiliki akses internet. Maklum tahun 2002 saya belum mengenal internet, handphone pun belum punya. Pak tetangga mengetuk pintu jam 10 malam hanya untuk menginfokan nama saya ada dalam pengumuman kelulusan. FYI, dulu pilihan saya adalah Antropologi UNPAD dan Bahasa Indonesia UPI. Tetapi saya ingin masuk UNPAD  bukan karena jurusannya, melain...