Langsung ke konten utama

Belajar dari Lebah dan Bunga


Siang tadi saat sedang memotret tanaman, didapati seekor lebah kecil berputar-putar diatas bunga. Tak lama kemudian dia hinggap dibatas bunga. Tampaknya lebah kecil itu sedang menghisap nektar atau sari bunga yang berupa cairan manis kaya dengan gula yang diproduksi bunga dari tumbuh-tumbuhan sewaktu mekar untuk menarik kedatangan hewan penyerbuk seperti serangga.

Seperti yang telah kita dapat dari pelajaran IPA, antara lebah dan bunga itu terjalin simbiosis mutualisme. Lebah mendapatkan sumber makanan dari nektar yang terdapat pada bunga, sedangkan bunga dibantu proses penyerbukannya oleh lebah yang disebut dengan entomogami.

Masih banyak lagi aktivitas makluk hidup yang memperlihatkan simbiosis mutualisme seperti burung jalak dan kerbau, ikan badut dan anemon laut, serta manusia dan bakteri usus halus. Sesungguhnya, semua makluk hidup di dunia ini diciptakan untuk saling membutuhkan dan untuk saling menolong.

Lalu bagaimana dengan manusia?

Seperti yang telah kita pelajari dari pelajaran IPS, disebutkan bahwa manusia adalah homo socius atau makluk sosial yang membutuhkan manusia lain dalam hidupnya. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri lagi. Jaman sekarang, walaupun segala hal dalam pemenuhan hidup sebagian besar didukung oleh teknologi maju, dimana manusia cukup berinteraksi melalui alat teknologi informasi dan komunikasi seperti gadget, tetap saja akan melibatkan manusia lain.

Contoh konkret adalah perusahan ojek online yang belakangan sangat membantu banyak pihak dalam penyediaan jasa mengantar penumpang, mengantar makanan, mengirim barang, dan masih banyak lagi penawaran jasa lainnya. Konsumen terbantu oleh ojek online tersebut, sedangkan driver ojek online pun terbantu dalam memperoleh penghasilan.
Kehidupan di dunia ini sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Penciptanya. Bagaimana alurnya, siapa tokohnya, dimana tempatnya, semua sudah tertulis dalam Kitab Lauhul Mahfuz. Manusia hanya menjalaninya.

Maka...
Jalinlan hubungan baik dengan semua makluk. Hewan, tumbuhan, apalagi manusia.

Karena walau kita dilengkapi dengan panca indera yang sempurna, tetap saja kita tidak akan bisa memenuhi segala kebutuhan sendiri.

Perbaiki hubunganmu dengan sesama jika sempat terjadi kekeliruan.
Tanamkan semangat membantu dan menolong sesama tanpa diminta.
Jangan sungkan untuk meminta bantuan jika memang itu dibutuhkan.

Hari ini saya belajar dari lebah dan bunga yang begitu tulusnya saling membantu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...