Langsung ke konten utama

Hidup Itu Bagaikan Korsel


Ada yang pernah naik korsel?
Bukan Korea Selatan lho ya...
Korsel/carousel yang biasa disebut juga komidi putar..

Pasti banyak yang pernah naik korsel, terutama anak-anak. Kalau orang tua sih naik kalau terpaksa harus mendampingi.
Korsel biasanya benda yang sangat menarik bagi anak-anak. Awal mula naik pasti menyenangkan. Tapi lama kelamaan memungkinkan membuat bosan.

Korsel berputar, situasi di sekelilingnya relatif akan sama. Itu lagi..itu lagi yang terlihat. Pada akhirnya nilai kepuasan akan berkurang dan penumpang memilih untuk turun saja. Besoknya saat melihat lagi korsel tersebut, bisa saja tidak tertarik lagi.

Tapi jika korsel tersebut dicat ulang dengan warna warni yang cerah. Bisa saja kita ingin mencoba lagi naik korsel tersebut, apalagi anak-anak. Apalagi ditambah iringan musik selama korsel berputar. Tentu akan lebih mengasyikkan lagi.
Bentuk kuda pun biasanya mempengaruhi minat penumpang. Kuda yang lucu pasti akan lebih banyak dinikmati. Jaman sekarang, hampir setiap momen diabadikan. Pasti orang akan memilih kuda yg "good looking". Karena hal tersebut akan mempengaruhi penampilannya di foto.
Jadi...

Anggaplah hidup ini adalah korsel. Aktivitas kita akan terus berjalan...berputar dalam situasi yang relatif sama. Tempat yang sama, bertemu dengan orang-orang yang sama, kegiatan yang sama.

Anggap saja hidup itu korsel yang selalu siap menerima beban dengan ikhlas. Berat maupun ringan ditanggung dengan santainya.

Anggap hidup itu korsel yang harus dihiasi dengan beragam warna melalui berbagai aktifitas.

Anggaplah hidup itu korsel, berteman dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang, berbagai karakter, berbagai kedudukan.
Jadikanlan korselmu mengasyikan dan lebih berwarna...

Korselmu ya dirimu yang merawatnya..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

Terjebak Nostalgia Jatinangor Babak 1 (Cerita Kampus)

sumber foto: bce.unpad.ac.id Hari Sabtu 2 minggu yang lalu menghadiri kegiatan Pendas PDUP sebagai pemateri. Menikmati suasana sekitar sekre PDUP membuat ingatan di masa lampau menari-nari di kepala. Terlalu banyak cerita tentang Jatinangor. Namun yang pasti ada 3 kenangan yang menjadi bagian hidup di Jatinangor  yaitu kampus, Perisai Diri dan Kompleks UKM. Semuanya terpatri di hati karena semuanya adalah bagian perjuangan untuk bisa menjadi “saya” yang sekarang. Bertemu dengan Jatinangor pada tahun 2002, beberapa waktu setelah pengumuman kelulusan SNMPTN diumumkan serentak. Kala itu saya mendapat informasi dari tetangga yang memiliki akses internet. Maklum tahun 2002 saya belum mengenal internet, handphone pun belum punya. Pak tetangga mengetuk pintu jam 10 malam hanya untuk menginfokan nama saya ada dalam pengumuman kelulusan. FYI, dulu pilihan saya adalah Antropologi UNPAD dan Bahasa Indonesia UPI. Tetapi saya ingin masuk UNPAD  bukan karena jurusannya, melain...