Langsung ke konten utama

Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui


Berhubung KBM sudah selesai, anak ini ga sekolah...
Jadwal hari ini sebetulnya padet. Mulai dari nganter si bungsu ke daycare,  jadi kurir kirim barang, ngedrop paket ke ekspedisi pengiriman, lanjut jam 9.30 harus udah ngampus...

Pagi bawa 2 gembolan dan 2 anak dengan masing-masing bawa 1 tas.
Order ojol, motornya bebek...jd bocah jg ga ada yang mau di depan ( padahal kalau matic pasti rebutan). 1 gembolan  barang ditarih di depan, 1 gembolan dipangku, blm lagi tas bocah 2 dan tas emak yang kayak tempurung kura2 di belakang..rempong binti berat...

Akhirnya minta tolong abang ojol buat mampir-mampir dalam perjalanan.. menuju daycare sambil mampir dari ekspedisi satu ke ekspedisi lainnya. Jadi nyampe daycare bawaan berkurang.

Kalau ga gitu...ngampus bakalan "angkaribung"...mau ngampus apa gelar lapak??

Tadinya ke kampus cuma mau ngurus berkas dan bertapa di perpustakaan... tapi ternyata ada jadwal sidang. Duh sayang banget kalau dilewatkan...lumayan bisa nambah tabungan buat ngumpulin prasyarat sidang tesis nanti (padahal SUR aja belom....do'akan bisa di bulan ini..🙏🙏).

Mmh...tapi ini bocah gimana? Masuk ruang sidang bawa bocah kok ya gimanaaaa gt...
Akhirnya dengan diiming-imingi es krim...si sulung mau nunggu di luar ruang sidang. Untungnya ga lama juga sih karena sidang udah stengah jalan....

Alhamdulillah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui....
Semua karena si sulung bisa diajak kerja sama...

---
Jadi emak yang "sosis" itu harus bisa berpikir dan bergerak cepat, kalau dari awal udah baper...ancuuurrr semua jadwal...
Anak sulung libur sekolah itu rasanya sesuatuuuuu..karena jadwal yang sudah tersusun rapi mau ga mau bakalan berubah...

Emak harus sabar...
Emak harus ikhlas..
Karena watu emak ini sesungguhnya ya hak mereka...

#cikiciiiiwww!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

Terjebak Nostalgia Jatinangor Babak 1 (Cerita Kampus)

sumber foto: bce.unpad.ac.id Hari Sabtu 2 minggu yang lalu menghadiri kegiatan Pendas PDUP sebagai pemateri. Menikmati suasana sekitar sekre PDUP membuat ingatan di masa lampau menari-nari di kepala. Terlalu banyak cerita tentang Jatinangor. Namun yang pasti ada 3 kenangan yang menjadi bagian hidup di Jatinangor  yaitu kampus, Perisai Diri dan Kompleks UKM. Semuanya terpatri di hati karena semuanya adalah bagian perjuangan untuk bisa menjadi “saya” yang sekarang. Bertemu dengan Jatinangor pada tahun 2002, beberapa waktu setelah pengumuman kelulusan SNMPTN diumumkan serentak. Kala itu saya mendapat informasi dari tetangga yang memiliki akses internet. Maklum tahun 2002 saya belum mengenal internet, handphone pun belum punya. Pak tetangga mengetuk pintu jam 10 malam hanya untuk menginfokan nama saya ada dalam pengumuman kelulusan. FYI, dulu pilihan saya adalah Antropologi UNPAD dan Bahasa Indonesia UPI. Tetapi saya ingin masuk UNPAD  bukan karena jurusannya, melain...