Langsung ke konten utama

Postingan

Bergerak

Setiap hal di dunia ini akan bergerak. Bisa maju, mundur maupun bergeser. Saat kita sudah terlibat dalam kehidupan dunia, maka sudah seharusnya kita mengikuti gerakannya. Kita tidak bisa hanya berdiam pada zona nyaman dan menganggap hal lain tidak berguna. Zona nyaman hanya akan membuat hidup kita berguna untuk diri sendiri. Bergeraklah selagi ada kesempatan. Dimulai dari datangnya sebuah tanggung jawab baru, diri ini mulai bergerak. Bergerak memindahkan berbagai rencana yang sebelumnya telah disusun rapi. Bergerak menempatkan aktifitas mana yang menjadi prioritas. Bergerak menentukan langkah apa yang akan ditempuh untuk menjalankan tanggung jawab. First thing first menjadi ramuan utama kala itu. Bukan berarti mengorbankan kehidupan yang lain, hanya saja mengatur skala prioritas. Tidak perlu diceritakan disini bahwa begitu banyak hal yang terpaksa harus mengantre pada barisan skala prioritas. Saya yakini, semua ada waktunya tanpa dipaksa. Karena hidup ini bergerak dan p...

JAJANAN MURAH, AWET DAN BERMANFAAT

Si sulung belakangan ini senang membaca nyaring. Berawal dari dibacakannya cerita sebelum tidur (dikala emak lagi on dan belum ngantuk beraaaats 😁). Kalau biasanya setelah anak dibacakan cerita dia terlelap, kali ini berbeda. Si sulung saya minta gantian membacakan cerita, saya dan si bungsu mendengarkan. Setelah si sulung selesai membacakan cerita, gantian si bungsu yang bercerita (sambil pegang buku ceritanya juga walau tulisannya apaa..ceritanya kemana 😁. Ga masalah, yang penting konten nya sama dengan yang sebelumnya diceritakan). Nah, saat kegemaran membaca mulai meningkat,  PTS pun tiba. Alhasil si sulung harus membaca buku pelajaran. Efeknya jadi rada mogok. Kalau diminta baca bilangnya nanti, sebentar, bahkan sampai minta besok subuh aja bacanya. Baiklah, ga terlalu dipaksa juga karena semakin dipaksa semakin mogok dan emak juga bisa-bisa semakin ngegas 😤😊. Lagi pula PTS lebih kepada mengulang pelajaran di hari-hari sebelumnya, Insya Alloh masih banyak yang nyan...

Berbagi Tak Harus Saling Mengenal

Suatu siang sepulang beraktifitas bersama anak-anak, kami menaiki angkot. Salah satu penumpangnya adalah seorang bapak dengan wajah yang terlihat sangat tenang dan berseri. Setelah kami sudah dalam posisi nyaman di dalam angkot, beliau langsung mengajak ngobrol anak-anak. Karena anak-anak belum mengenal beliau, saat diajak ngobrol ya malu-malu dan sungkan untuk menjawab. Jadi lah emak yang membantu menjawab pertanyaan beliau. Tak lama kemudian, beliau mengeluarkan 4 bungkus coklat dari keresek hitam yang dibawanya dan diberikan kepada anak-anak. Wah, anak-anak senang sekali dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu beliau mulai bercerita mengenai cucunya yang sekarang ini jauh darinya. Mau ditengok pu sulit karena cucunya di luar negeri. Beliau menceritakan saat cucu nya sedang berlibur ke Bandung dengan begitu bahagia. Nah, kecintaan kepada cucu nya lah yang membuat beliau sering membeli makanan dan membagikannya kepada anak-anak. Beliau bilang, hal tersebut bisa mengobati rasa k...

Jualan Online Itu Enaknya Waktu Cek Mutasi Rekening, Selebihnya?

Terjun di dunia jualan online sekitar tahun 2010. Kala itu berjualan sprei, baju, tas dan barang lain yang tidak termasuk "fragile". Mau terlempar, terbanting, tertumpuk, dan tergoncang-goncang dalam pengiriman pun aman lah💪💪. Namun pada sekitar tahun 2013, terlintas ide untuk menjual barang-barang yang terbilang "fragile" yaitu perabotan berbahan seng/ enamel serta mug jar kaca yang sedang ngehits kala itu. Awal mula tertarik untuk menjual perabotan seng adalah karena ada customer yang menanyakan barang tersebut setelah saya upload koleksi pribadi di medsos. Ternyata ide tersebut dapat terealisasi sampai sekarang dan bisa dibilang sebagai produk andalannya "cikizentokosagalaaya". Tidak mudah memang dalam menjalankan bisnis perabotan seng ini. Tantangan utamanya adalah "kefragilan" barang-barang tersebut. Prosesnya pun lebih panjang dibanding menjual barang-barang yang sebumnya saya jual. Selain quality control barang ...

Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

Dinas hari ini diantar pak supir bus dan angkot... Selaluuu ada cerita di setiap perjalanan... Kali ini berkaitan dengan pintu rezeki manusia... ---- Di dekat Pusdai...naiklah 2 orang anak perempuan yang kehadirannya terlihat tidak disukai sang supir angkot... Tak lama kemudian...mereka membagikan amplop putih yang bertuliskan kalimat di gambar...bukan kali ini saja saya bertemu dengan anak2 seperti mereka, membagikan amplop kosong dengan tujuan diberi...biasanya sih mereka sambil mengamen atau sambil ceramah... Tapi kali ini berbeda...kedua anak perempuan itu terlihat tidak ada usaha lain selain membagikan amplop tadi...tidak pakai basa basi juga...malah mereka asik mengobrol di "lawang panto" sambil nyuruput es kelapa muda...(ngabibita dikala cuaca puanaaass)... Sy melirik kepada penumpang lain...sepertinya mereka pun "ilfil" melihat kedua anak perempuan tadi...sama seperti sy...hanya memandangi tulisan di amplop sambil senyam senyum atau geleng2......

Mie Instan is Me Time

Saya bisa dibilang kurang sreg dengan istilah Me Time. Karena di tengah istilah Me Time yang sempat merebak,  kenyataannya saya kesulitan mendapatkan Me Time tersebut. Saat sesuatu akan dikatakan Me Time, kenyataannya saya masih aja digangguin bocah. Contoh kecil adalah aktifitas bobo siang di hari libur. Saya termasuk orang yang bisa dibilang tidak punya hari libur. Walau tanggal merah seringnya beredar. Beredar bukan untuk main tapi untuk bertugas. Maka jika saya mendapatkan tanggal merah dan bisa diam di rumah, ingin rasanya tidur seharian. Tapi apa daya, saat kepala baru saja nempel di bantal, datanglah para "perusuh" yang loncat-loncat di kasur lah, berebut mainan sampai salah satunya nangis lah, manggil-manggil minta dicebokin lah, dan lain sebagainya. Me Time sederhana lain yang selalu gagal adalah makan mie instan tanpa direcokin bocah. Masak mie instan bisa sembunyi-sembunyi, tapiii...setelah matang, wanginya merebak ke seluruh ruangan. Maka, sa...

Belajar Berproses dan Berusaha

Hari ini, terasa sangat lelah.ㅤㅤ Mungkin afek akumulasi kegiatan selama 2 minggu kebelakang yang membuat ritme istirahat lebih banyak terganggu. Waktu tidur hanya berkisar 3-4 jam jam sehari. ㅤㅤ Sampai rumah pun tidak lekas beristirahat namun langsung mencuci pakaian oleh-oleh dari Ciwidey. Mengapa tidak ditunda saja? Karena cucian 2 hari kemarin pun belum terjamah. Sedangkan di tumpukan cucian itu ada seragam hari Senin. Emak harus menghitung waktu kapan harus setrika dan apa saja kegiatan penting di esok hari. Hal paling penting bagi emak adalah JANGAN MENUNDA PEKERJAAN. Karena dengan menunda maka beban bertambah. Sedangkan waktu tetap adanya. ㅤㅤ Anak-anak ingin makan durian. Karena memang sudah dari kemarin mereka menagih makan durian. Tapi emak sungguh lelah. Untuk membuka kulit durian saja rasanya tak sanggup. Tapi ternyata, Zena membukanya sendiri. Saya tidak melihat prosesnya. Hanya saja wangi durian semerbak tercium dari ruang belakang. Saat ditengok Zena Quin sedang me...