Langsung ke konten utama

GA MAU MENINGGAL


Suatu hari, Zena dan Quin berbincang-bincang mengenai siklus hidup manusia sampai akhirnya berujung pada bahasan kuburan dan manusia pasti akan meninggal. 
Lupa bahasan awalnya seperti apa, hanya yang saya dengar selanjutnya kurang lebih begini:

Z : "Mbah pas meninggal dikuburnya di Makam Pahlawan loh Quin."
Q : "Kenapa namanya makam pahlawan?."
Z : "Kan disana banyak pahlawan yang dikubur?"
Q : "Kenapa mbah bisa meninggal?."
Z : "Kan mbah udah tua..terus sakit."
Q : "Jadi mbah meninggalnya jadi Pahlawan?"
Q : " Tanya bunda geura."

Lalu mereka berdua bertanya,
ZQ : " Bun..mbah uti pahlawan?."
B   : " Iya...mbah mah pahlawan buat bunda karena udah melahirkan, merawat, membesarkan dan ngajarin banyak hal."
ZQ : "Berarti bunda juga pahlawan dong? Kan udah ngelahirin aku."
B  : "Iya..semua ibu itu pahlawan."
Q  : " Terus nanti bunda meninggal?"
Z  : " Yaiya atuh, semua orang juga bakalan meninggal."

Quin tiba-tiba terdiam lalu berkaca-kaca.
Q : "Tapi aku ga mau bunda meninggaaaal...nanti bunda dikubur terus badannya dicacingiiiin dan tinggal tulaaaang😭." (Duh ini kayaknya efek pernah nonton sinetron azab deh).
B : " Iya semua orang bakalan meninggal. Makanya harus berbuat baik. Kakak sama Quin juga nanti bakalan meninggal."
Q : " Tapi aku ga mau bunda meninggaaaaal...aku juga ga mau meninggaaaal...nanti badan aku tinggal tulaaaang."

Dipeluklah Quin (sambil ikutan berkaca-kaca).
Q : "Aku mau sama bundaaa...sampe besar...ga mau meninggaaaal."
B : " Iya...orang yang meninggal kalau hidupnya berbuat baik, shalihah, suka bantu orang lain, suka berdo'a, nanti bisa masuk surga. Di surga, orang-orang baik itu akan bertemu lagi. Mudah-mudahan kita ketemu si surga yaa."
Q : " Tapi aku mau sama bundaaaa...kalau bunda meninggal nanti aku kangeeeen..."

Aaah...habis kata-kata...cuma bisa ikutan mewek sambi meluk bocah kecil itu. 

Keesokan harinya, Quin bertanya lagi, "Bun kalau orang yang meninggal nanti di surga ketemu lagi kan?". Hanya saya jawab, "Insya Alloh...semoga Alloh ridho".

Nanti kalau sudah waktunya...kamu akan paham nak..😇😇

#30HBC2002 #30haribercerita @30Haribercerita




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

Terjebak Nostalgia Jatinangor Babak 1 (Cerita Kampus)

sumber foto: bce.unpad.ac.id Hari Sabtu 2 minggu yang lalu menghadiri kegiatan Pendas PDUP sebagai pemateri. Menikmati suasana sekitar sekre PDUP membuat ingatan di masa lampau menari-nari di kepala. Terlalu banyak cerita tentang Jatinangor. Namun yang pasti ada 3 kenangan yang menjadi bagian hidup di Jatinangor  yaitu kampus, Perisai Diri dan Kompleks UKM. Semuanya terpatri di hati karena semuanya adalah bagian perjuangan untuk bisa menjadi “saya” yang sekarang. Bertemu dengan Jatinangor pada tahun 2002, beberapa waktu setelah pengumuman kelulusan SNMPTN diumumkan serentak. Kala itu saya mendapat informasi dari tetangga yang memiliki akses internet. Maklum tahun 2002 saya belum mengenal internet, handphone pun belum punya. Pak tetangga mengetuk pintu jam 10 malam hanya untuk menginfokan nama saya ada dalam pengumuman kelulusan. FYI, dulu pilihan saya adalah Antropologi UNPAD dan Bahasa Indonesia UPI. Tetapi saya ingin masuk UNPAD  bukan karena jurusannya, melain...