Langsung ke konten utama

MENULIS ADALAH SEBUAH KEBERANIAN

"Menulis adalah sebuah keberanian" (Pramoedya Ananta Toer)
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Yap..betul.
Apalagi kalau tulisan kita di publish di media sosial, harus berani untuk: dibaca, dikomentari, dikritik, dianggap menyinggung, dianggap sombong, dianggap mencari perhatian orang, dianggap ga ada kerjaan, dianggap membicarakan orang lain, dianggap menyindir, dianggap pencitraan, dan lain sebagainya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Tetapi,
Bisa jadi tujuan kita menulis tidak seperti yang dianggapkan orang bukan?
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun,
Bisa juga tujuan kita menulis memang seperti yang dianggapkan orang.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jadi,
Sebelum menulis niatkan dulu untuk apa, agar kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita tulis.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Apapun anggapan orang, tetaplah menulis.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Karena,
Menulis adalah salah satu cara untuk bercerita.
Menulis adalah salah satu cara menyampaikan ilmu.
Menulis adalah satu cara menyampaikan pendapat.
Menulis adalah salah satu cara menyampaikan sejarah.
Menulis adalah salah satu cara menyampaikan kebenaran.
Menulis adalah salah satu cara menuangkan perasaan.
Menulis adalah salah satu cara menceritakan pengalaman.
Menulis adalah salah satu cara untuk mengenalkan sesuatu yang baru.
Menulis adalah salah satu cara untuk mengisi konten media sosial.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Lalu kira-kira tujuan saya menulis ini untuk apa ya?
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Yaa...seperti yang dituliskan diatas.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun sederhanya, saya hanya ingin bercerita tentang apapun yang telah dilihat dan dirasakan (semoga saja ada yang membaca dan memberikan manfaat). Jika pun tidak ada manfaatnya untuk orang lain, saya hanya ingin suatu hari bisa membaca lagi tulisan saya dan menyadari bahwa menulis adalah sebuah keberanian.

*kalau jaman sekarang, menulis harus berani "dijulidin" oleh netizen yang budiman. Maka berhati-hati lah dalam menulis jangan sampai tulisan mu malah menjerumuskanmu.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
#30haribercerita
#30hbc2011
@30haribercerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...