Langsung ke konten utama

GORENGAN

Sejak pagi, titik-titik air berjatuhan dari udara karena proses pendinginan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Airnya dingin, udara dingin, tubuh kedinginan, perut pun keroncongan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Sesampainya di titik henti, terlihatlah tumpukan gorengan yang menyilaukan mata. Terbayang, dingin-dingin begini ngemil gorengan hangat, sigana ngeuuuunah.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Harganya Rp. 2.500 (3 biji). Saya pun membeli 6 biji, lima rebueun. Sambil menikmati perjalanan selanjutnya, dibawah titik-titik air dan diatas motor yang melaju dengan kecepatan sedang, saya pun menikmati gorengan hangat lima rebueun. Aslina, ngeuuuunaaaah.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Selama perjalanan melihat pengguna jalan lain dengan berbagai keunikannya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ada yang pake jas hujan totol-totol (kayak baju tidur).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ada yang pake jas hujan plastik terlihat sangat kesempitan. Ternyata selain dipakai sendiri, didepannya ada anak yang masuk ke dalam hujan tersebut.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ada yang lari-lari sambil pake helm (kayakya takut ditilang karena ga bawa motor).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ada yang basah kuyup karena ga pake jas hujan dan payung (mungkin memang sedang menikmati hujan).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ada pula menjual jas hujan dadakan (karena biasanya di tempat itu ga ada penjual jas hujan).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun dari berbagai pemandangan, tetap saja lebih menarik gorengan hangat yang kereseknya ada di genggaman.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
*titik-titik air pun masih berjatuhan sampai sekarang. Semoga membawa berkah.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
#30hbc2009
#30haribercerita
@30haribercerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERUSUHAN SAMPIT (DAYAK VS MADURA) SALAH SATU ANCAMAN “HUMAN SECURITY’

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.    Faktor Pemicu Kerusuhan Sampit Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura sejak berdirinya Kalimantan Tengah . Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan. Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke selu...

Manfaat Pencak Silat untuk Anak Usia Dini

"Anak saya masih TK, boleh ga ikut latihan bela diri?" "Duh anak saya aman ga ya kalau ikut latihan silat? Takutnya dia jadi suka pukul temannya." "Wah bahaya banget deh anak kecil udah ikut latihan silat?" Pertanyaan diatas adalah contoh kekhawatiran orang tua atau masyarakat pada umumnya tentang keikutsertaan anak usia dini dalam aktivitas beladiri, khususnya pencak silat. Padahal, pencak silat bukan sekedar bela diri. Ulasan manfaat pencak silat secara umum sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya. Silahkan kunjungi link http://cikizentukangetik.blogspot.co.id/2017/11/manfaat-silat-bukan-sekedar-untuk-bela.html?m=1 . Kali ini tulisan saya khusus mengulas manfaat pencak silat untuk anak usia dini. Saya mulai melatih pencak silat anak usia dini sejak tahun  2008 di  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri . Tak terasa, ternyata sud ah hampir 10 tahun. Dalam perjalannya saya selalu belajar dari anak-anak dan orang tua mereka. B...

DIPLOMASI BUDAYA JEPANG DI INDONESIA (ANALISIS PERSPEKTIF LIBERALISME)

Oleh : Sintia Catur Sutantri (170820160009) A.   Latar Belakang Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II membuat Jepang harus membenahi diri guna membangun kembali negaranya dan mengembalikan citra negaranya di dunia Internasional. Kekalahan perang berdampak pada evolusi yang dilakukan n egara itu sendiri, yakni adanya perubahan dalam diplomasi publik. Sebelumnya Jepang terkenal dengan kekuatan militernya, Jepang bahkan melakukan penjajahan di beberapa n egara, mulai dari China, Korea bahkan Indonesia. Dampak dari penjajahan Jepang terhadap beberapa Negara di Asia membawa citra Jepang kian terpuruk sehingga pasca Perang Dunia II, Jepang berusaha untuk merevitalisasi diplomasinya yakni dengan cara yang lebih soft dengan tidak menggunakan militer. Perubahan kebijakan diplomasi ini terkait dengan Deklarasi Postdam yang menyatakan Jepang dilarang menggunakan kekuatan militernya tetapi diizinkan untuk melakukan perdagangan bebas. Berdasarkan isi Deklarasi Postdam maka Jepang b...